Intermilan gagal menembus rapatnya benteng Galatasaray pada sebuah laga persahabatan yang berakhir sama kuat 0-0 di Bochum, Senin (25/7) dinihari WIB.
Laga baru berlangsung lima menit ketika benturan keras terjadi antara Castellazzi dan Colin hingga kiper Inter mengalami cedera parah di bagian kepala. Setelah tim medis berupaya menstabilkan kondisinya, Castellazzi langsung ditarik keluar lapangan untuk digantikan Pierluigi Orlandoni.
Kondisi Emiliano Viviano yang juga mengalami cedera parah baru-baru ini hingga harus beristirahat minimal enam bulan membuat kiper utama La Beneamata Julio Cesar kemungkinan besar dipaksa mengakhiri masa liburnya lebih cepat dari yang dijadwalkan semula.
Pada pertandingan ini, Wesley Sneijder melalui aksi briliannya berkali-kali mengancam gawang lawan dari sektor tengah. Belum lagi pemain muda Inter Luc Castaignos mulai menyatu dengan Samuel Eto’o, sayang striker asal Kamerun itu selalu gagal dalam upayanya menjebol gawang. Di babak kedua, Galatasaray sukses keluar dari tekanan lawan. Dalam beberapa kesempatan Sabri dan Ujfalusi mendapat peluang mencetak gol, begitu pula dengan Arda, sayang sundulannya ketika memanfaatkan umpan sepak pojok masih melebar.
Hingga membunyikan peluit pertanda pertandingan selesai, kedua tim gagal mencetak gol. Laga persahabatan Inter lainnya akan digelar di Dublin 31 Juli mendatang melawan Manchester City.
Juara bertahan Inter Milan secara dramatis menaklukkan tuan rumah Bayern Muenchen 3-2 dan lolos ke perempat-final Liga Champions.
Satu-satunya wakil Italia yang tersisa, Inter Milan, berhasil membalikkan kekalahan di laga pertama dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Bayern Muenchen untuk melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Pertandingan di Allianz Arena, Selasa (15/3) malam, itu berlangsung mendebarkan hingga menit terakhir pertandingan. Inter sempat unggul cepat melalui kaki Samuel Eto’o, tetapi tuan rumah Bayern mampu balik unggul dan salah satu gol tercipta berkat blunder Julio Cesar. Setelah menyamakan kedudukan, Inter berhasil meraih tiket perempat-final berkat gol Goran Pandev dua menit sebelum bubaran. Eto’o membatalkan keunggulan Bayern pada laga pertama setelah sukses menyambar umpan Pandev pada menit keempat. Gol cepat itu terbukti mampu menghidupkan permainan. Menit 21, Bayern membalas. Seperti di Giuseppe Meazza, tendangan Arjen Robben gagal dihalau bersih Julio Cesar. Bola muntah langsung disambar Mario Gomez untuk menciptakan golnya yang kedelapan di turnamen ini
Sepuluh menit berselang, Bayern balik unggul. Robben beraksi dan memberikan umpan yang ditujukan kepada Gomez. Bola membentur Thiago Motta dan tepat mengarah ke hadapan Thomas Mueller. Tanpa ragu, Mueller melesakkan bola ke dalam pojok gawang Julio Cesar. Gol ketiga Bayern seperti menunggu waktu. Kali ini giliran Franck Ribery beraksi. Setelah melakukan penyelamatan hebat, Julio Cesar terbantu upaya Andrea Ranocchia mementahkan upaya gelandang serang Bayern itu. Setelah jeda, Bayern terus mencari gol untuk mengamankan jalan mereka. Tendangan voli Gomez kembali dapat digagalkan Julio Cesar. Kemudian pada menit ke-63, dalam sebuah skema serangan, Wesley Sneijder sukses menyamakan kedudukan berkat tembakan terarah dari luar kotak penalti. Inter akhirnya sukses mengamankan peluang mempertahankan gelar juara pada menit ke-88. Pandev secara gemilang menuntaskan umpan Eto’o untuk menaklukkan Thomas Kraft kali ketiga. Gol ini tak dapat dibalas Bayern hingga laga berakhir. Hasil ini sekaligus menjadikan Inter klub kedua sepanjang sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan kekalahan kandang di laga pertama menjadi kemenangan.
18 kali juara Serie A: 1909/10, 1919/20, 1929/30, 1937/38, 1939/40, 1952/53, 1953/54, 1962/63, 1964/65, 1965/66, 1970/71, 1979/80, 1988/89, 2005/06, 2006/07, 2007/08, 2008/09, 2009/10 6 kali juara Coppa Italia: 1938/39, 1977/78, 1981/82, 2004/05, 2005/06, 2009/10 5 kali juara SuperCoppa Italia: 1989, 2005, 2006, 2008, 2010 3 kali juara Piala Eropa/Liga Champions: 1963/64, 1964/65, 2009/10 3 kali Juara Piala UEFA/Liga Europa: 1990/91, 1993/94, 1997/98 2 kali juara Piala Interkontinental: 1964, 1965
Inter Milan yang Luar Biasa !!!! ….. Mungkin itu lah kata yang tepat disematkan pada pasukan nerazurri. Pada Awal Tahun 2011 di paruh kedua Intermilan kembali meraih kemenangan di bawah arahan Leonardo. Kali ini Nerazzurri sukses menang 2-1 dalam lawatan ke markas Catania.
Di Stadio Angelo Massimino, Minggu (9/1/2011) malam WIB, Inter ketinggalan lebih dulu dari tuan rumah lewat gol Alejandro Gomez pada menit 71.
Tak berapa lama, Esteban Cambiasso menyamakan skor pada menit 74. Cambiasso lantas menjadi pahlawan Inter berkat satu gol lagi pada menit 79.
Kemenangan kedua Leonardo di kursi pelatih Inter tersebut belum mengubah posisi La Beneamata di peringkat tujuh klasemen Seri A dengan poin 29 hasil dari 17 partai –dua partai lebih sedikit dari kebanyakan tim lain yang sudah melakoni 19 laga.
Jalannya Pertandingan
Peluang pertama dalam pertandingan dicatatkan Inter pada menit 13. Umpan silang Maicon disambut Dejan Stankovic dengan kepala kendati hanya berakhir di tangan kiper Mariano Andujar.
Simone Pesce berusaha mengancam gawang Inter dari tendangan jarak jauh meski sepakannya masih membuat bola melebar jauh dari sasaran pada menit 40.
Usai paruh pertama dilalui relatif tanpa banyak peluang dari kedua belah kubu, babak kedua dimulai dengan Catania langsung mengancam pada menit 48. Ciro Capuano melepaskan tembakan yang tipis melebar dari gawang Inter.
Ketangguhan Luca Castelazzi di bawah gawang Inter kembali diuji empat menit kemudian, kali ini oleh Martin Ledesma. Masih belum ada gol.
Pada menit 54 gantian Diego Milito yang menebar ancaman ke gawang Catania. Dari sudut sempit, sepakannya memaksa Andujar berjibaku mengamankan gawang.
Lima menit kemudian Catania nyaris saja bikin gol setelah tendangan Maxi Lopez dari jarak 22 meter menghantam mistar gawang Inter.
Pada menit 70 gol akhirnya lahir. Maxi Lopez dua kali gagal menceploskan bola dan si kulit bundar akhirnya dikuasai Alejandro Gomez yang dengan jitu sukses mengirimnya ke dalam gawang Inter.
Inter tak mau berlama-lama ketinggalan. Hanya berselang empat menit, tendangan Esteban Cambiasso dari jarak 11 meter berhasil menundukkan Andujar.
2-1 Inter! Luar biasa, Cambiasso melesakkan gol kedua pada menit 79 setelah sukses menyambut umpan silang Maicon di tiang jauh.
Video Saat Intermilan menekuk Catania dengan skor 2-1.
Alamat: Corso Vittorio Emanuele II 9 – 20122 Italy
Telepon: +39 02-77151
Faksimile: +39 02-781514
Surat Elektronik: interchannel@inter.it
Laman Resmi: http://www.inter.it
Ketua: 马西莫.莫拉蒂
Direktur: 马尔科.布兰卡
Stadion: Stadio Giuseppe Meazza – Milano
Sejarah Singkat Internazionale Milano, atau yang biasa dikenal sebagai Inter Milan berdiri pada 9 Maret 1908. Klub ini merupakan pecahan dari AC Milan yang berusia sembilan tahun lebih tua. Latar belakang berdirinya klub ini adalah kegerahan atas dominasi pemain lokal di AC Milan. Sekelompok orang Italia dan Swiss pun akhirnya membentuk klub sendiri yang kemudian bernama Inter Milan. Sejak dibentuk, klub ini terbuka untuk semua pemain dari negara lain. Tahun kedua mengikuti kompetisi Serie A, Inter yang bermaterikan pemain asing dan Italia langsung menjadi kampiun. Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana di tahun 1929. Meski demikian fans Inter tetap memanggil klub kesayangan mereka itu dengan panggilan yang sama seperti dulu dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Setelah akhir Perang Dunia II, nama tersebut dihapus dan kemudian diganti ke nama awal, Internazionale FC Milano dan dipertahankan hingga saat ini. Puncak prestasi Nerazzurri terjadi pada musim 2009/10 ketika meraih treble (gelar juara Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions) di bawah asuhan Jose Mourinho yang kemudian hengkang ke Real Madrid.
Inter Milan berhasil menundukkan Genoa dengan skor tipis 1-0 lewat gol Sulley Ali Muntari. Kemenangan ini membawa Nerazzurri menempel Lazio di puncak klasemen.
Pada Sabtu (30/10/2010) dinihari WIB, Inter melawat ke Stadion Luigi Ferraris, markas Genoa. Menghadapi perlawanan alot tuan rumah, Inter menang setelah Muntari mencetak gol di penghabisan babak pertama.
Tiga poin yang dibawa pulang Inter dari Genoa membuat tim asuhan Rafa Benitez itu kini mengantungi 18 poin dari sembilan pertandingan–cuma defisit satu angka dari Lazio yang baru main delapan kali.
Jalannya pertandingan
Inter mencoba mengambil inisiatif menyerang di awal laga. Menit ke-12, dari umpan Jonathan Biabiany, Wesley Sneijder mencoba peruntungan dengan sebuah tendanga deras tapi bisa diamankan kiper Genoa, Eduardo.
Tapi Genoa juga memiliki peluang di menit 20. Striker kawakan Luca Toni memaksa kiper Inter, Julio Cesar, terbang menepis bola sepakan eks bomber Roma itu dari dalam kotak penalti.
Setengah jam pertandingan berjalan, Samuel Eto’o mendapat sebuah peluang emas tak jauh dari gawang Genoa. Tapi sontekan Eto’o menyambut umpan silang Muntari melebar!
Genoa kembali mengancam di menit 41. Dari umpan Chico dari sayap kanan, bola diteruskan Marco Rossi dari jarak dekat, tapi dari jarak sedekat itu sontekan Rossi masih melebar.
Di menit ketiga injury time, tepat beberapa detik sebelum turun minum, Inter akhirnya memecah kebuntuan. Tendangan jarak jauh Muntari memantul di depan Eduardo dan gagal ditangkap. Gol buat Inter!
Inter mendapatkan sebuah peluang lagi di menit 51. Biabiany yang mendapat umpan akurat dari Sneijder mencoba menendang bola, tapi Eduardo dengan sigap menjinakkan si kulit bundar.
Di menit 78, Inter diancam oleh Domenico Criscito yang melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Kiper Luca Castellazzi yang menggantikan Cesar tak perlu beraksi karena bola melebar.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Genoa gencar menggempur pertahanan Inter. Namun hingga peluit panjang tanda usainya laga berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta di pertandingan ini.
Susunan pemain:
Genoa: Eduardo; Rafinha, Dainelli, Kaladze, Ranocchia; Chico (Destro 58), Milanetto, Criscito; Rossi (Boakye 79), Toni, Mesto (Zuculini 59)
Inter: Julio Cesar (Castellazzi 65); Maicon, Samuel, Lucio, Santon; Cambiasso (Muntari 19), Zanetti; Biabiany (Cordoba 84), Coutinho, Sneijder; Eto’o
Christian Vieri (lahir di Bologna, Italia, 12 Juli 1973) adalah mantan pemain Italia. Ia berposisi sebagai penyerang. Ia bergabung dengan beberapa klub, di antaranya Inter Milan (1999-2005), AC Milan (2005), dan AS Monaco sebelum kemudian pindah ke Sampdoria pada tahun 2006. Ia hijrah ke AS Monaco karena ketatnya persaingan di AC Milan. Masa-masa tersuksesnya sebagai penyerang bisa dibilang dialami ketika ia bergabung di Atletico Madrid, S.S. Lazio, dan Inter Milan. Dalam 8 tahun di ketiga klub tersebut, ia mencetak 139 gol dalam 190 kali penampilan. Pada 10 Agustus 2006, Vieri dan Sampdoria secara mengejutkan menyetujui untuk memutuskan kontrak Vieri setelah ia baru bergabung selama sebulan di klub tersebut dan belum memainkan satu pertandinganpun. Kemudian pada 29 Agustus ia bergabung dengan Atalanta dengan sistem gaji di mana ia akan dibayar sesuai jumlah pertandingan yang ia jalani serta berdasarkan jumlah gol. Vieri telah dipanggil ke tim nasional Italia sejak tahun 1997.
Inter Milan gagal meraih hasil maksimal saat menjamu Sampdoria di Giuseppe Meazza, Senin (25/10/2010) dinihari WIB. Tertinggal lebih dahulu, Nerazzurri dipaksa menuntaskan laga dengan hasil imbang 1-1.
Adalah Samuel Eto’o yang lagi-lagi jadi pahwalan dan bintang Inter dalam laga tersebut. Golnya di menit 80 membuat skor berubah menjadi 1-1, setelah sebelumnya Stefano Guberti sempat membawa tim tamu unggul di menit 62.
Tambahan satu poin ini membuat Inter gagal mendekati perolehan poin Lazio yang masih berdiri di pucak dengan 19 poin. Dengan nilai dikumpulkan berjumlah 15, skuad besutan Rafael Benitez naik ke posisi dua, meski masih berpeluang digusur AC Milan yang baru akan bertanding Selasa (26/10/2010) dinihari WIB.
Buat Il Samp, hasil imbang ini mengantar mereka naik ke posisi delapan klasemen dengan 11 poin didapat.
Pelatih Inter Milan Rafael Benitez menyalahkan wasit atas kegagalan meraih kemenangan saat menjamu Sampdoria di pertandingan Serie A Italia, Senin (25/10) dinihari WIB. Inter yang bermain di kandang sendiri di Giuseppe Meazza akhirnya ditahan Sampdoria 1-1.
Menurut Benitez, wasit mengabaikan pelanggaran yang dilakukan Antonio Cassano terhadap bek Cristian Chivu. Insiden itu menjadi penting karena Cassano kemudian melepaskan umpan yang diselesaikan oleh Stefano Guberti.
“Kami sepenuhnya menguasai pertandingan. Sementara, Sampdoria hanya bisa melakukan serangan balik. Sampai akhirnya kami kebobolan oleh gol saat Cassano melakukan pelanggaran terhadap Chivu,” kata Benitez.
“Anda bisa melihat dia sempat menengok ke arah asisten wasit karena tahu melakukan kesalahan. Ini pertandingan yang tak mudah. Wasit tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” lanjutnya.
Jalannya Pertandingan
Di bawah guyuran hujan, Inter membuka peluang melalui sepakan Wesley Sneijder saat pertandingan baru berjalan dua menit. Meski sempat dibuat kerepotan, kiper Gianluca Curci masih bisa menguasai bola dan menghindarkan timnya dari kebobola cepat.
Tekanan Inter berlanjut lewat Lucio yang memvoli umpan cantik Coutinho namun masih bisa dimentahkan Curci. Sampdoria juga beruntung saat bola pantulan yang mengenai Luciano Zauri tak mengarah ke gawang sendiri karena cuma melenceng tipis ke luar lapangan.
Lewat serangan balik yang cepat Sampdoria balas menebar ancaman yang harus dipatahkan Lucio sambil berakrobat. Sementara di menit 32 gantian Julio Cesar membuat penyelamatan gemilang saat dia dengan gemilang menghalau bola yang dibelokkan Giampaolo Pazzini, hasil kerjasama yang dibangun Antonio Cassano dan Guberti .
Sebelum turun minum Inter punya dua peluang beruntun mencetak gol. Yang pertama datang dari Coutinho saat sepakannya dari jarak dekat usai melewati dua bek lawan masih bisa dihalau Curci. Upaya rebound Eto’o juga tak membuahkan hasil karena bola tendangannya cuma membentur sisi luar gawang.
Di awal babak kedua Inter lebih dulu mengkreasikan peluang. Mendapat sodoran bola dari Coutinho, Maicon melepaskan tendangan keras yang tak sampai digapai Curci. Namun bola tak masuk ke gawang karena dihadang Zauri sebelum bisa merobek jala Il Samp.
Memasuki menit 62 publik Giuseppe Meazza tersentak setelah gawang Inter dibobol Guberti. Gol ini berawal dari akselerasi Cassano di sisi kanan memanfaatkan kesalahan Cristian Chivu, umpan cungkin yang dia lepaskan tepat mengarah ke Guberti yang langsung menyambarnya untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Dalam posisi tertinggal Inter terus menggencarkan serangan. Namun upaya yang coba dilakukan Coutinho dan Eto’o selalu gagal menembus pertahanan Sampdoria dan kiper Curci.
Cedera yang dialami Curci, yang memaksa dia meninggalkan lapangan di menit 78, menjadi awal keberhasilan Inter menyamakan kedudukan. Semenit dari pergantian tersebut, Zavier Zanetti dkk sukses mencetak gol penyama.
Menusuk ke dalam kotak penalti, Coutinho kemudian melepaskan umpan terukur pada Eto’o. Di menit 80, sepakan striker asal Kamerun itu masuk ke gawang dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Di masa injury time Inter punya peluang memetik kemenangan. Malang buat kubu tuan rumah, upaya Sneijder menyambar umpan tendangan bebas Sneijder masih melayang di atas Sasaran.
Inter Milan dapat perlawanan sengit dari Tottenham Hotspur, yang bermain dengan 10 orang sejak awal pertandingan. Di akhir laga, sang juara bertahan memetik kemenangan dengan skor ketat 4-3.
Bertanding di Giuseppe Meazza, Kamis (21/10/2010) dinihari WIB, Inter sepertinya akan memetik kemenangan dengan mudah setelah mereka mampu unggul cepat dan dapat keuntungan menyusul dikartu merahnya Heurelho Gomes di menit tujuh.
Namun keunggulan empat gol yang sempat diraih di babak pertama ternyata mampu diperkecil menjadi 4-3 oleh Spurs yang tampil luar biasa di paruh kedua.
Keempat gol Inter dalam laga tersebut dibuat oleh Zavier Zanetti (2), Samuel Eto’o (10 dan 35) serta Dejan Stankovic (14). Sementara seluruh gol balasan The Lilywahites lahir di awal babak kedua melalui Garteh Bale yang mencetak hat-trick di menit 52, 90 dan masa injury time.
Kemenangan ini mengokohkan posisi Inter di puncak klasemen Grup A dengan nilai tujuh hasil dari tiga laga. Sementara meski kalah Spurs masih berhak duduk di posisi dua dengan empat poin dikumpulkan.
Hasil tersebut didapat Spurs karena pada laga antara FC Twente kontra Werder Bremen berkesudahan sama kuat 1-1.
Intermilan Blunder
Sempat unggul jauh atas Tottenham Hotspur, Inter Milan akhirnya “hanya” menang 4-3. Gol yang bersarang ke gawang Julio Cesar terjadi karena kelengahan La Baneamata.
Inter mengatasi Tottenham dengan skor 4-3 dalam laga Kamis (21/10/2010) dinihari WIB. Memang Inter menang, namun ada satu hal yang harus menjadi perhatian oleh pelatih Rafael Benitez.
Pasalnya dalam pertandingan ini juara bertahan Liga Champions sempat unggul 4-0. Hattrick Gareth Bale berhasil membuat Inter ketar-ketir meski akhirnya upaya pemain Spurs itu gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan. Terlebih dua dari tiga gol Bale diciptakan dalam waktu singkat di menit akhir laga.
“Babak pertama luar biasa, kami benar-benar mendominasi namun kami melambat di babak kedua dan kami sedikit tertekan di bagian akhir,” ujar pemain muda Inter Philippe Coutinho di situs resmi klub.
“Sebab kami berpikir bahwa laga sudah berakhir namun ternyata kami keliru. Kami kurang konsentrasi dan itu merupakan seuah kesalahan yang tidak boleh diulangi. Beruntung hal itu tak berimbas pada kemenangan kami,” tutup Coutinho.
Jalannya Pertandingan
Baru dua menit laga berjalan Inter sudah membuka keunggulan melalui Zavier Zanetti. Sang kapten dengan dingin menjebol gawang Heurelho Gomes menuntaskan kerjasama cantik yang dibangun Eto’o dan Coutinho.
Bencana lain buat Spurs datang di menit delapan menyusul kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Gomes plus hukuman penalti. Sang kiper dianggap melanggar Jonathan Ludovic Biabiany di dalam kotak penalti saat mengejar umpan terobosan.
Eto’o yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Sepakan kerasnya ke sudut atas kanan gawang tak sampai dijangkau Carlo Cudicini yang masuk mengisi posisi kiper menggantikan Luka Modric yang terpaksa ditarik keluar. Di menit 10, Inter memimpin 2-0
Keunggulan dua gol Inter ternyata tak bertahan lama karena empat menit berselang sang juara bertahan mampu menambah keunggulannya. Dari kerjasama satu-dua yang digalang dengan Eto’o di muka kotak penalti, Stankovic sukses memperdaya seorang bek lawan sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di dalam gawang.
Unggul tiga gol tak membuat Inter mengendurkan serangan karena di menit 25 Zanetti memaksa Cudicini jatuh bangun menghalau bola sepakannya. Tak lama berselang Peter Crouch membuang peluang matang pertama yang dia miliki saat tandukannya dari jarak dekat meneruskan umpan Arron Lennon melayang dia atas sasaran.
Dominasi Inter semakin menjadi-jadi di menit 35 setelah Eto’o mencetak gol keduanya. Lolos dari perangkap offside saat mengejar umpan Coutinho, Eto’o mampu menceploskan bola ke dalam gawang saat tinggal berhadapan dengan Cudicini.
Sebelum turun minum Inter punya dua kesempatan menambah keunggulan. Hanya kesigapan Cudicini saja yang menghindarkan skuad besutan Harry Redknapp dari ketinggalan lebih jauh setelah kiper Italia itu membuat tiga penyelamatan penting saat menghalau upaya Coutinho Doglas Maicon.
Di awal babak kedua justru Inter yang dapat kejutan saat Spurs mampu membobol gawang Julio Cesar. Di menit 52 Garteh Bale melakukan tusukan ke jantung pertahanan tuan rumah dari tengah lapangan. Sprint kencangnya tak kuasa dikejar Zanetti dan pemain belakang Inter lainnya yang mencoba memblok tembakan kaki kiri Bale, skor berubah menjadi 4-1 setelah si kulit bundar membetur tiang dan memantul ke dalam gawang.
Lewat sebuah aksi individi menawan Coutinho nyaris menambah keunggulan Inter. Meleati hadangan Tom Huddlestone dan William Gallas, remaja Brasil berusia 18 tahun itu melepaskan tendangan yang mengarah ke sudut bawah gawang Spurs. Tak ada gol tercipta dari proses tersebut karena Cudicini melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke luar lapangan.
Untuk menambah daya gempurnya, Redknapp mengganti Crouch dengan Robbie Keane di menit 67. Spurs belum menyerah mengejar ketinggalan atas Inter.
Inter yang masih tampil lebih dominan punya beberapa peluang tambahan untuk menambah keunggulannya. Namun peluang-peluang yang di antaranya didapat Sneijder dan Coutinho hanya sekadar mengancam gawang Spurs.
Di menit akhir laga Bale mencetak gol keduanya untuk mengubah kedudukan menjadi 4-2. Menusuk dari sisi kiri, winger asal Wales itu melesakkan tendangan keras yang mengoyak gawang Inter.
Kubu Inter benar-benar dibuat ketarketir oleh Bale karena semenit berselang dia kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 4-3 (!). Bale mencetak hat-trick-nya setelah memaksimalkan umpan yang dilepas Lennon.
Malang buat Spurs kisah comeback mereka terhenti sampai di situ. Peluit panjang keburu dibunyikan wasit yang membuat laga berkesudahan dengan skor 4-3